Agustus 19, 2026 Mengenai Penyakit Disfagia Yang Harus Di Ketahui

Mengenai Penyakit Disfagia Yang Harus Di Ketahui

Mengenai Penyakit Disfagia Yang Harus Di Ketahui – Disfagia merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi pada penderita pasca stroke, di tandai dengan kesulitan menelan makanan atau cairan akibat gangguan saraf dan melemahnya otot yang berperan dalam proses menelan. Baik karena kerusakan menyebabkan fungsi paru-paru dan meningkatkan risiko tersedak aspirasi, penemonia, hingga malnutrisi stroke associaitin 2024. Disfalgia di alami oleh lebih 50% pasien strore. Namun, kebanyakan pasies sudah membaik dalam waktu sektar kurang lebih 7 hari, dan hanya sekitar 11-13% yang masih mengalami kesulitan menelan setelah enam bulan.

Gejala Umum Disfagia

Agar disfagia tidak semakin memburuk, keluarga serta tenaga medis sebaiknya mengetahui apa saja gejala umum penyakit ini yang muncul di penderita stroke. Dengan mengetahui gejalanya, penyembuhan dapat di lakukan lebih awal. Gejala utama yang pasti akan terjadi yaitu sulit untuk menelan makanan padat maupun cair. Bahkan penderita akan kesulitan untuk menelan air liurnya sendiri. Biasanya, makanan atau cairan akan tersangkut di tenggorokan dan sulit masuk ke lambung. Merasa nyeri waktu menelan juga menjadi salah satu gejala penyakit ini. Penderita akan merasa kesakitan saat mencoba menelan makanan. Tak jarang pula ada yang sampai batuk hingga tersedak ketika mencoba menelan. Gejala lain yang sering terjadi yaitu air liur yang terus menetes, hal ini di sebabkan karena penderita tidak bisa menelan air liurnya sendiri. Selain itu, makanan atau cairan dapat masuk atau tumpah ke bagian hidung.

Penyebab Disfagia

Ada beberapa kemungkinan penyebabnya terganggunya fungsi menelan, termasuk:

Kondisi Neurologis

Penyakit mneurologis seperti stroke, penyakit parkinson, multiple sclerosis, atau di strofi otot. Dapat memengaruhi saraf yang mengendalikan otot tenggorokan dan kerongkongan. Hal ini menyebabkan kesulitan koordinasi dalam memanipulasi makanan dengan benar dan menghasilkan tekanan yang cukup untuk menggerakkannya.

Perubahan Anatomi/Struktural

Kelainan struktural dapat menghalangi atau menyempitkan tenggorokan atau kerongkongan penderita penyakit ini, termasuk:

  • Jaringan parut yang menyempitkan saluran (di sebut striktur atau jaringan)
  • Hermina hiatus yang menggeser lambung
  • Di vertikula, artinya kantong yang menonjol ke dalam dinding
  • Kanker esophagus

Baca Juga: Rekomendasi Wisata Florida yang Wajib Di Kunjungi 2026

Diagnosis Disfagia

Endoskopi

Tes endoskopi di lakukan untuk melihat langsung kondisi saluran pencernaan. Sesuai namanya, prosedur ini akan di bantu oleh alat bernama endoskop. Sebuah selang kecil yang ujungnya terdapat lampu dan kamera yang bisa melihat ke dalam saluran pencernaan. Salah satu jenis endoskopi yang bisa di lakukan pada pasien penyakit adalah flexible edoscopic evaluation of swallowing atau tes fungsi menelan. Prosedur ini di lakukan untuk seberapa baik kamu bisa menelan, bernapas, atau saat melakukan keduannya secara bersamaan.

Pengobatan Disfagia

Modifikasi Makanan

Modifikasi makanan di lakukan dengan cara mengatur terkstur dan keketalan makanan sesuai dengan kemampuan menelan pasies. Khususnya pasien yang mengalami kesulitan menelan di fase oral. Pola makan pasiesn dapat di atur, mulai dari makanan berbentuk cair seperti jus. Selanjutnya dokter akan meningkatkan kekentalannya jika kemampuan pasien untuk menelan sudah membaik. Hingga pasien mampu mengonsumsin makanan yang berbentuk adat. Seperti royi atau mereka.

Terapi Badan

Terapi menelan pada pasien penyakit ini akan di bimbing oleh terapi khusus atau spesialis rehabilitas medis. Mereka akan mengajarkan bagaimana prose menelan selama masa penyembuhan agar paien dapat tetap menelan makanan. Selain, urerapi ini umumnya di julukan bagi pasiesn yang kesulitan akibat maslah di mulut.