Jenis-Jenis Penyakit Yang Di Tangani Oleh Dokter Penyakit Dalam – Terdapat banyak spesialisasi ilmu kedokteran. Salah satunya adalah spesialis penyakit dalam alias internis. Seperti namanya, spesialis penyakit dalam menangani berbagai kondisi pada organ dalam manusia. Misalnya, paru-paru, jantung, pankreas, hati, usus, dan lambung. Ketahui lebih lanjut kelainan atau gangguan apa saja yang di tangani internis.
Infeksi Saluran Pernapasan
Infeksi saluran pernapasan di bagi menjadi dua kelompok, yaitu infeksi saluran pernapasan atas, dan infeksi saluran pernapasan bawah. Gangguan kesehatan ini dapat di sebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur. Penyakit infeksi saluran pernapasan atas contohnya adalah tonsilitis (radang amandel), sinusitis, dan laringitis. Tanda dan gejalanya berupa hidung berair dan tersumbat, batuk, dan bersin. Sementara itu, infeksi saluran pernapasan bawah yang umum yaitu pneumonia dan tuberkulosis. Gejalanya yaitu sesak napas, batuk berdahak, demam, berkeringat dingin, serta penurunan berat badan.
Diabetes
Gangguan lain yang dapat di tangani spesialis penyakit dalam yaitu diabetes. Kondisi ini sangat umum di derita oleh masyarakat, terutama diabetes tipe 2. Penyakit ini terjadi karena kekurangan atau kerusakan hormon insulin, sehingga gula darah dalam tubuh meningkat dan memunculkan berbagai gejala. Internis berperan dalam memberikan diagnosis, pemberian obat, pemantauan kondisi, penanganan komplikasi, dan pemberian saran medis pada pasien diabetes. Selain terapi obat, internis memberikan saran modifikasi gaya hidup agar kualitas hidup pasien meningkat.
Gangguan Tiroid
Tiroid adalah salah satu organ yang menentukan tingkat metabolisme tubuh dan menghasilkan hormon penting. Jika fungsi teroid terganggu atau bahkan tidak berfungsi, gangguan kesehatan bisa muncul, seperti tiroiditis, gondok, hipertiroidisme, hipotiroid, hingga autoimun. Dalam pengobatan gangguan tiroid, dokter internis berperan dalam mendiagnosis, mengelola, memantau dan menangani komplikasi. Dokter juga bisa merujuk pasien ke spesialis endokrinologi jika di butuhkan perawatan lebih lanjut, atau terdapat kasus-kasus yang lebih kompleks dalam penanganan penyakit tiroid.
Baca Juga: Daftar Bisnis Kuliner Kekinian yang Menguntungkan 2026
Kelainan Ginjal
Penyakit ginjal adalah salah satu keluhan yang paling sering di tangani oleh dokter penyakit dalam. Penyakit ginjal merujuk pada sekelompok kondisi yang menyebabkan gangguan pada fungsi ginjal. Beberapa penyakitnya yaitu radang ginjal, batu ginjal, kista, infeksi saluran kemih, serta gagal ginjal akut dan kronis. Internis juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pasien yang mengalami gejala atau tanda-tanda penyakit ginjal. Diagnosis ini di dasarkan pada anamnesis, pemeriksaan fisik, dan hasil tes laboratorium, termasuk tes darah dan urine. Selain itu, dokter juga memberikan obat, menangani komplikasi, dan melakukan bedah jika di perlukan.
Gangguan Pada Hati, Lambung, Dan Kandung Empedu
Kerusakan pada organ sistem pencernaan juga termasuk dalam bidang keahlian dokter spesialis penyakit dalam. Beberapa penyakit organ pencernaan yang di tangani oleh internis yaitu kista hati, hepatitis, sirosis, tukak lambung, hernia lambung, gastritis, perlemakan hati, dan refluks empedu. Internis biasanya memberikan diagnosis, perawatan, memberikan resep obat, saran diet, dan perubahan gaya hidup. Dokter mungkin juga akan menyarankan dan melakukan metode bedah jika di anggap perlu.
Gangguan Muskuloskeletal
Jika kamu mengalami gejala gangguan muskoskeletal, kamu dapat berkonsultasi dengan dokter internis. Gangguan muskoloskeletal yang umum yaitu osteoarthritis (radang sendi) dan osteoporosis (pengapuran tulang), rheumatoid arthritis, dan spondyloarthritis. Internis berperan dalam melakukan pemeriksaan fisik, memeriksa riwayat medis pasien, serta melakukan tes dan pemeriksaan diagnostik, seperti radiografi, MRI, atau tes laboratorium, untuk mendiagnosis kondisi muskuloskeletal.